Resonansi adalah ikut bergetarnya suatu benda karena pengaruh getaran benda lain di dekatnya.
Interferensi konstruktif adalah keadaam dimana dua atau lebih puncak gelombang saling bertumpang tindih maka amplitudo total tersebut menjadi lebih besar, sedangkan Interferensi destruktif terjadi ketika amplitudo total menjadi lebih kecil jika di bandingkan interferensi konstruktif.
Sabtu, 27 Maret 2010
Jumat, 26 Maret 2010
sorce code SPBU
#include
#include
#include
using namespace std;
int main()
{
int a, jumlah, rtsnrb, lmplhrb, splhrb, lmrb,
serb, lmrts, srts, lmplh, sisa;
float uang,liter;
char kembali,nama[100];
do {
cout<>uang;
cout< 0){
if (uang >= 100000)
cout << "Pecahan 100.000 ada" < 0){
if (uang >= 50000)
cout << "Pecahan 50.000 ada" < 0){
if (uang >= 10000)
cout << "Pecahan 10.000 ada" < 0){
if (uang >= 5000)
cout << "Pecahan 5.000 ada" < 0){
if (uang >= 1000)
cout << "Pecahan 1.000 ada" < 0){
if (uang >= 500)
cout << "Pecahan 500 ada" < 0){
if (uang >= 100)
cout << "Pecahan 100 ada" < 0){
if (uang >= 50)
cout << "Pecahan 50 ada" < 0){
if (uang >= 0)
cout << "Sisa pecahan ada" <>uang;
cout< 0){
if (uang >= 100000)
cout << "Pecahan 100.000 ada" < 0){
if (uang >= 50000)
cout << "Pecahan 50.000 ada" < 0){
if (uang >= 10000)
cout << "Pecahan 10.000 ada" < 0){
if (uang >= 5000)
cout << "Pecahan 5.000 ada" < 0){
if (uang >= 1000)
cout << "Pecahan 1.000 ada" < 0){
if (uang >= 500)
cout << "Pecahan 500 ada" < 0){
if (uang >= 100)
cout << "Pecahan 100 ada" < 0){
if (uang >= 50)
cout << "Pecahan 50 ada" < 0){
if (uang >= 0)
cout << "Sisa pecahan ada" <>uang;
cout< 0){
if (uang >= 100000)
cout << "Pecahan 100.000 ada" < 0){
if (uang >= 50000)
cout << "Pecahan 50.000 ada" < 0){
if (uang >= 10000)
cout << "Pecahan 10.000 ada" < 0){
if (uang >= 5000)
cout << "Pecahan 5.000 ada" < 0){
if (uang >= 1000)
cout << "Pecahan 1.000 ada" < 0){
if (uang >= 500)
cout << "Pecahan 500 ada" < 0){
if (uang >= 100)
cout << "Pecahan 100 ada" < 0){
if (uang >= 50)
cout << "Pecahan 50 ada" < 0){
if (uang >= 0)
cout << "Sisa pecahan ada" <>kembali;
}while (kembali == 'y');
}
#include
#include
using namespace std;
int main()
{
int a, jumlah, rtsnrb, lmplhrb, splhrb, lmrb,
serb, lmrts, srts, lmplh, sisa;
float uang,liter;
char kembali,nama[100];
do {
cout<
cout<
if (uang >= 100000)
cout << "Pecahan 100.000 ada" <
if (uang >= 50000)
cout << "Pecahan 50.000 ada" <
if (uang >= 10000)
cout << "Pecahan 10.000 ada" <
if (uang >= 5000)
cout << "Pecahan 5.000 ada" <
if (uang >= 1000)
cout << "Pecahan 1.000 ada" <
if (uang >= 500)
cout << "Pecahan 500 ada" <
if (uang >= 100)
cout << "Pecahan 100 ada" <
if (uang >= 50)
cout << "Pecahan 50 ada" <
if (uang >= 0)
cout << "Sisa pecahan ada" <
cout<
if (uang >= 100000)
cout << "Pecahan 100.000 ada" <
if (uang >= 50000)
cout << "Pecahan 50.000 ada" <
if (uang >= 10000)
cout << "Pecahan 10.000 ada" <
if (uang >= 5000)
cout << "Pecahan 5.000 ada" <
if (uang >= 1000)
cout << "Pecahan 1.000 ada" <
if (uang >= 500)
cout << "Pecahan 500 ada" <
if (uang >= 100)
cout << "Pecahan 100 ada" <
if (uang >= 50)
cout << "Pecahan 50 ada" <
if (uang >= 0)
cout << "Sisa pecahan ada" <
cout<
if (uang >= 100000)
cout << "Pecahan 100.000 ada" <
if (uang >= 50000)
cout << "Pecahan 50.000 ada" <
if (uang >= 10000)
cout << "Pecahan 10.000 ada" <
if (uang >= 5000)
cout << "Pecahan 5.000 ada" <
if (uang >= 1000)
cout << "Pecahan 1.000 ada" <
if (uang >= 500)
cout << "Pecahan 500 ada" <
if (uang >= 100)
cout << "Pecahan 100 ada" <
if (uang >= 50)
cout << "Pecahan 50 ada" <
if (uang >= 0)
cout << "Sisa pecahan ada" <
}while (kembali == 'y');
}
takwa
T A K W A
Pengertian Takwa
Takwa, menurut istilah, berasal dari kata ”waqa yaqi wiqayatan” yang artinya berlindung atau menjaga diri dari sesuatu yang berbahaya. Takwa juga berarti takut. Sedangkan secara luas takwa adalah melakukan ketaatan kepada Allah di atas cahaya dari Allah karena mengharapkan pahala dari Allah, serta kamu meninggalkan kemaksiatan kepada Allah di atas cahaya dari Allah karena takut hukuman Allah.
Takwa kepada Allah artinya. mengetahui bahwa Allah itu ada dengan akal, memahami tentang keberadaan dan kedudukan Allah sebagai Tuhan manusia dan melakukan perbuatan sesuai pemahaman kita terhadap pengetahuan akan Allah.
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa kepada-Nya”. (QS. Âli Imrân [3]: 102)
Melalui Al-Qur`an-Nya, Allah SWT juga menjelaskan bahwa balasan bagi orang-orang yang bertakwa tidak hanya dapat dirasakan di akhirat kelak, tetapi akan dirasakan pula sejak kita masih hidup. Bahkan dalam Surah Ath-Thalaq Allah SWT mengemukakan bahwa takwa merupakan solusi dari berbagai himpitan hidup yang menghimpit. Dan di akhirat kelak mereka akan memasuki surga yang luasnya seluas langit dan bumi (QS. Ali Imran [3]: 133)
وَاعْلَمُوْااِخْوَانِى . وَفَّـقَـنِيَ اللهُ وَاِيَّاكُمْ لِطَاعَتِه اَنَّ التَّقْــوَى جُمِعَ فِى ذلِكَ كُلُّ مَايَحْتَاجُ اِلَيْهِ مِنْ اُمُوْرِاْلآخِرَةِ. اِذَالتَّقْوَى اِمْتِثَالُ اْلاَوَامِرِوَاجْتِنَابُ النَّوَاهِى. وَتَكَالِيْفُ الشَّرْعِ لاَتَخْرُجُ عَنْ ذلِكَ
Dan ketahuilah bahwa semua perkara yang menguntungkan di akhirat bersumber dan berdasarkan taqwa. Karena yang dinamakan taqwa adalah melaksanakan perintah Allah dan menjahui larangan-laranganNya
Kelebihan dari sifat takwa yaitu:
Orang yang mempunyai sifat ini akan mewarisi Syurga.
Takwa sebagai penyebab bagi kecintaan Allah terhadap hambaNya.
Dibuka semua pintu barakat yang berada di langit dan di bumi.
Janji Allah dan pertolonganNya sentiasa mengiringi orang bertakwa.
Mempermudahkan bagi mereka urusan dunia dan akhirat.
Balasan yang baik bagi mereka di dunia dan di akhirat.
Orang-orang yang bertakwa yaitu:
Mereka adalah suatu kaum yang menjaga diri dari kemusyrikan, dan mengikhlaskan ibadah mereka hanya untuk Allah.
Orang-orang yang bertakwa adalah orang-orang yang menjauhi perkara-perkara yang diharamkan Allah kepada mereka dan menunaikan kewajiban yang diperintahkan kepada mereka.
Pentingnya takwa kepada Allah SWT
Takwa adalah kunci keberuntungan di dunia dan di akhirat
Takwa mengundang limpahan berkah dan rahmat Allah SWT
Takwa adalah kunci mendapatkan ampunan dan kasih saying Allah SWT
Salah satu faktor pendorong untuk bisa menumbuhkan ketakwaan kepada Allah adalah dengan senantiasa menghadirkan keyakinan bahwasanya Allah selalu mengawasi gerak-gerik hamba dalam segala keadaannya.
Allah telah menentukan bahwa keuntungan dunia hanyalah sebentar dan tidak dibawa mati , dimana kekayaan dunia kadang-kadang menjadi rebutan anak cucu. Jelaslah disini bahwa keuntungan di dunia belum tentu menguntungkan kelak di akhirat. Bahkan sering terjadi orangnya belum mati, keuntungan dunia yang berupa pangkat atau kekayaan dicabut oleh Allah.
Oleh karena itu Rosululloh SAW mengingatkan kepada kita dengan sabdanya:
كُنْ فِى الدُّنْيَاكَاَنَّكَ غَرِيْبُ اَوْعَابِرُسَبِيْلٍ
Jadilah kamu semua di dunia ini seperti orang asing, atau seperti orang yang cuma numpang lewat.
Artinya, hidup di dunia ini hanyalah sebentar. Dimana hidup yang sesungguhnya adalah di akhirat. Keuntungan di akhirat tidak ada tebusannya kecuali dengan taqwa kepada Allah SWT.
Demikian, semoga Allah SWT menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang bertakwa kepada-Nya, dengan gemar melakukan kebaikan dan berbagi manfaat satu sama lain, serta terhindar dari perkara-perkara yang dilarang. Amin
Pengertian Takwa
Takwa, menurut istilah, berasal dari kata ”waqa yaqi wiqayatan” yang artinya berlindung atau menjaga diri dari sesuatu yang berbahaya. Takwa juga berarti takut. Sedangkan secara luas takwa adalah melakukan ketaatan kepada Allah di atas cahaya dari Allah karena mengharapkan pahala dari Allah, serta kamu meninggalkan kemaksiatan kepada Allah di atas cahaya dari Allah karena takut hukuman Allah.
Takwa kepada Allah artinya. mengetahui bahwa Allah itu ada dengan akal, memahami tentang keberadaan dan kedudukan Allah sebagai Tuhan manusia dan melakukan perbuatan sesuai pemahaman kita terhadap pengetahuan akan Allah.
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa kepada-Nya”. (QS. Âli Imrân [3]: 102)
Melalui Al-Qur`an-Nya, Allah SWT juga menjelaskan bahwa balasan bagi orang-orang yang bertakwa tidak hanya dapat dirasakan di akhirat kelak, tetapi akan dirasakan pula sejak kita masih hidup. Bahkan dalam Surah Ath-Thalaq Allah SWT mengemukakan bahwa takwa merupakan solusi dari berbagai himpitan hidup yang menghimpit. Dan di akhirat kelak mereka akan memasuki surga yang luasnya seluas langit dan bumi (QS. Ali Imran [3]: 133)
وَاعْلَمُوْااِخْوَانِى . وَفَّـقَـنِيَ اللهُ وَاِيَّاكُمْ لِطَاعَتِه اَنَّ التَّقْــوَى جُمِعَ فِى ذلِكَ كُلُّ مَايَحْتَاجُ اِلَيْهِ مِنْ اُمُوْرِاْلآخِرَةِ. اِذَالتَّقْوَى اِمْتِثَالُ اْلاَوَامِرِوَاجْتِنَابُ النَّوَاهِى. وَتَكَالِيْفُ الشَّرْعِ لاَتَخْرُجُ عَنْ ذلِكَ
Dan ketahuilah bahwa semua perkara yang menguntungkan di akhirat bersumber dan berdasarkan taqwa. Karena yang dinamakan taqwa adalah melaksanakan perintah Allah dan menjahui larangan-laranganNya
Kelebihan dari sifat takwa yaitu:
Orang yang mempunyai sifat ini akan mewarisi Syurga.
Takwa sebagai penyebab bagi kecintaan Allah terhadap hambaNya.
Dibuka semua pintu barakat yang berada di langit dan di bumi.
Janji Allah dan pertolonganNya sentiasa mengiringi orang bertakwa.
Mempermudahkan bagi mereka urusan dunia dan akhirat.
Balasan yang baik bagi mereka di dunia dan di akhirat.
Orang-orang yang bertakwa yaitu:
Mereka adalah suatu kaum yang menjaga diri dari kemusyrikan, dan mengikhlaskan ibadah mereka hanya untuk Allah.
Orang-orang yang bertakwa adalah orang-orang yang menjauhi perkara-perkara yang diharamkan Allah kepada mereka dan menunaikan kewajiban yang diperintahkan kepada mereka.
Pentingnya takwa kepada Allah SWT
Takwa adalah kunci keberuntungan di dunia dan di akhirat
Takwa mengundang limpahan berkah dan rahmat Allah SWT
Takwa adalah kunci mendapatkan ampunan dan kasih saying Allah SWT
Salah satu faktor pendorong untuk bisa menumbuhkan ketakwaan kepada Allah adalah dengan senantiasa menghadirkan keyakinan bahwasanya Allah selalu mengawasi gerak-gerik hamba dalam segala keadaannya.
Allah telah menentukan bahwa keuntungan dunia hanyalah sebentar dan tidak dibawa mati , dimana kekayaan dunia kadang-kadang menjadi rebutan anak cucu. Jelaslah disini bahwa keuntungan di dunia belum tentu menguntungkan kelak di akhirat. Bahkan sering terjadi orangnya belum mati, keuntungan dunia yang berupa pangkat atau kekayaan dicabut oleh Allah.
Oleh karena itu Rosululloh SAW mengingatkan kepada kita dengan sabdanya:
كُنْ فِى الدُّنْيَاكَاَنَّكَ غَرِيْبُ اَوْعَابِرُسَبِيْلٍ
Jadilah kamu semua di dunia ini seperti orang asing, atau seperti orang yang cuma numpang lewat.
Artinya, hidup di dunia ini hanyalah sebentar. Dimana hidup yang sesungguhnya adalah di akhirat. Keuntungan di akhirat tidak ada tebusannya kecuali dengan taqwa kepada Allah SWT.
Demikian, semoga Allah SWT menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang bertakwa kepada-Nya, dengan gemar melakukan kebaikan dan berbagi manfaat satu sama lain, serta terhindar dari perkara-perkara yang dilarang. Amin
Surat Lamaran Kerja
Contoh ke 1.
Sleman, 18 Januari 2010
Hal : Lamaran Pekerjaan
Kepada Yth.,
Manajer Sumber Daya Manusia
PT. Hand's Parmantindo
Jl. Magelang timur No. 5
Sleman
Dengan hormat,
Bpk. Bambang Satrio, seorang asisten editor di PT. Hand's Parmantindo, menginformasikan kepada saya tentang rencana pengembangan Departemen Finansial PT. Hand's Parmantindo.
Sehubungan dengan hal tersebut, perkenankan saya mengajukan diri (melamar kerja) untuk bergabung dalam rencana pengembangan PT. Hand's Parmantindo.
Mengenai diri saya, dapat saya jelaskan sebagai berikut :
Nama : Dian Sulistyo
Tempat & tgl. Lahir : Buatan, 21 Desember 1990
Pendidikan Akhir : Sarjana Teknik Universitas Ahmad Dahlan - Jogjakarta
Alamat: Perum Bojong Depok Baru 1, Blok ZT No.3, Sleman 55561
Telepon, HP, e-mail : 021 - 87903802, HP = 081959084525, e-mail = diyan_sulistyo@ymail.com
Status Perkawinan: Belum kawin
Saat ini saya bekerja di PT. Flamboyan Bumi Singo, sebagai staf akuntasi dan perpajakan, dengan fokus utama pekerjaan di bidang finance dan perpajakan.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :
1. Daftar Riwayat Hidup.
2. Foto copy ijazah S-1.
3. Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.
4. Pas foto terbaru.
Besar harapan saya untuk diberi kesempatan wawancara, dan dapat menjelaskan lebih mendalam mengenai diri saya. Seperti yang tersirat di resume (riwayat hidup), saya mempunyai latar belakang pendidikan, pengalaman potensi dan seorang pekerja keras.
Demikian saya sampaikan. Terima kasih atas perhatian Bapak.
Hormat saya,
Dian Sulistyo
Contoh ke 2
Sleman, 18 Januari 2010
Hal : Lamaran Pekerjaan
Kepada Yth.,
Manajer Sumber Daya Manusia
PT. Gilland Ganesha
Jl. Raya Kebon Durian No. 11
Sleman
Dengan hormat,
Sesuai dengan penawaran lowongan pekerjaan dari PT. Gilland Ganesha, seperti yang termuat di harian Kompas tanggal 16 Januari 2010. Saya mengajukan diri untuk bergabung ke dalam Tim Marketing di PT. Gilland Ganesha.
Data singkat saya, seperti berikut ini.
Nama : Dian Sulistyo
Tempat & tgl. Lahir : Buatan, 21 Desember 1990
Pendidikan Akhir : Sarjana Teknik Universitas Ahmad Dahlan - Jogjakarta
Alamat: Perum Bojong Depok Baru 1, Blok ZT No.3, Sleman 55561
Telepon, HP, e-mail : 021 - 87903802, HP = 081959084525, e-mail = diyan_sulistyo@ymail.com
Status Perkawinan: Belum kawin
Saya memiliki kondisi kesehatan yang sangat baik, dan dapat berbahasa Inggris dengan baik secara lisan maupun tulisan. Latar belakang pendidikan saya sangat memuaskan serta memiliki kemampuan manajemen dan marketing yang baik. Saya telah terbiasa bekerja dengan menggunakan komputer. Terutama mengoperasikan aplikasi paket MS Office, seperti Excel, Word, Acces, PowerPoint, OutLook, juga internet, maupun surat-menyurat dalam Bahasa Inggris.
Saat ini saya bekerja sebagai staff Marketing di PT. Hilmy Finance. Saya senang untuk belajar, dan dapat bekerja secara mandiri maupun dalam tim dengan baik.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :
1. Daftar Riwayat Hidup.
2. Foto copy ijazah S-1 dan transkrip nilai.
3. Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.
4. Pas foto terbaru.
Saya berharap Bapak/Ibu bersedia meluangkan waktu untuk memberikan kesempatan wawancara, sehingga saya dapat menjelaskan secara lebih terperinci tentang potensi diri saya.
Demikian surat lamaran ini, dan terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu.
Hormat saya,
Dian Sulistyo
Sleman, 18 Januari 2010
Hal : Lamaran Pekerjaan
Kepada Yth.,
Manajer Sumber Daya Manusia
PT. Hand's Parmantindo
Jl. Magelang timur No. 5
Sleman
Dengan hormat,
Bpk. Bambang Satrio, seorang asisten editor di PT. Hand's Parmantindo, menginformasikan kepada saya tentang rencana pengembangan Departemen Finansial PT. Hand's Parmantindo.
Sehubungan dengan hal tersebut, perkenankan saya mengajukan diri (melamar kerja) untuk bergabung dalam rencana pengembangan PT. Hand's Parmantindo.
Mengenai diri saya, dapat saya jelaskan sebagai berikut :
Nama : Dian Sulistyo
Tempat & tgl. Lahir : Buatan, 21 Desember 1990
Pendidikan Akhir : Sarjana Teknik Universitas Ahmad Dahlan - Jogjakarta
Alamat: Perum Bojong Depok Baru 1, Blok ZT No.3, Sleman 55561
Telepon, HP, e-mail : 021 - 87903802, HP = 081959084525, e-mail = diyan_sulistyo@ymail.com
Status Perkawinan: Belum kawin
Saat ini saya bekerja di PT. Flamboyan Bumi Singo, sebagai staf akuntasi dan perpajakan, dengan fokus utama pekerjaan di bidang finance dan perpajakan.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :
1. Daftar Riwayat Hidup.
2. Foto copy ijazah S-1.
3. Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.
4. Pas foto terbaru.
Besar harapan saya untuk diberi kesempatan wawancara, dan dapat menjelaskan lebih mendalam mengenai diri saya. Seperti yang tersirat di resume (riwayat hidup), saya mempunyai latar belakang pendidikan, pengalaman potensi dan seorang pekerja keras.
Demikian saya sampaikan. Terima kasih atas perhatian Bapak.
Hormat saya,
Dian Sulistyo
Contoh ke 2
Sleman, 18 Januari 2010
Hal : Lamaran Pekerjaan
Kepada Yth.,
Manajer Sumber Daya Manusia
PT. Gilland Ganesha
Jl. Raya Kebon Durian No. 11
Sleman
Dengan hormat,
Sesuai dengan penawaran lowongan pekerjaan dari PT. Gilland Ganesha, seperti yang termuat di harian Kompas tanggal 16 Januari 2010. Saya mengajukan diri untuk bergabung ke dalam Tim Marketing di PT. Gilland Ganesha.
Data singkat saya, seperti berikut ini.
Nama : Dian Sulistyo
Tempat & tgl. Lahir : Buatan, 21 Desember 1990
Pendidikan Akhir : Sarjana Teknik Universitas Ahmad Dahlan - Jogjakarta
Alamat: Perum Bojong Depok Baru 1, Blok ZT No.3, Sleman 55561
Telepon, HP, e-mail : 021 - 87903802, HP = 081959084525, e-mail = diyan_sulistyo@ymail.com
Status Perkawinan: Belum kawin
Saya memiliki kondisi kesehatan yang sangat baik, dan dapat berbahasa Inggris dengan baik secara lisan maupun tulisan. Latar belakang pendidikan saya sangat memuaskan serta memiliki kemampuan manajemen dan marketing yang baik. Saya telah terbiasa bekerja dengan menggunakan komputer. Terutama mengoperasikan aplikasi paket MS Office, seperti Excel, Word, Acces, PowerPoint, OutLook, juga internet, maupun surat-menyurat dalam Bahasa Inggris.
Saat ini saya bekerja sebagai staff Marketing di PT. Hilmy Finance. Saya senang untuk belajar, dan dapat bekerja secara mandiri maupun dalam tim dengan baik.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :
1. Daftar Riwayat Hidup.
2. Foto copy ijazah S-1 dan transkrip nilai.
3. Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.
4. Pas foto terbaru.
Saya berharap Bapak/Ibu bersedia meluangkan waktu untuk memberikan kesempatan wawancara, sehingga saya dapat menjelaskan secara lebih terperinci tentang potensi diri saya.
Demikian surat lamaran ini, dan terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu.
Hormat saya,
Dian Sulistyo
Open Source
Indonesia Masuk 'Daftar Hitam' AS Gara-Gara Open Source?
ilustrasi (Earl-What I saw 2.0/cc)
Jakarta - Pergerakan sebuah kelompok lobi di Amerika Serikat mendapatkan cibiran. Masalahnya, negara-negara dengan kebijakan Open Source seperti Indonesia justru mau dimasukkan dalam sebuah 'daftar hitam'.
Lobi itu dilakukan oleh International Intellectual Property Association (IIPA), sebuah organisasi lobi yang membawa kepentingan perusahaan media digital seperti software, film dan musik. IIPA dikabarkan telah mengajukan rekomendasi agar Indonesia, India dan Brazil masuk dalam sebuah 'daftar hitam'.
Daftar yang dimaksud adalah Priority Watch List dari United States Trade Office (USTO). Negara-negara yang masuk dalam daftar ini dinilai sebagai negara yang tidak menghormati hak atas kekayaan intelektual. AS pun bisa memilih untuk menginvestigasi negara tersebut dan mengambil tindakan, termasuk larangan dagang dan lain sebagainya.
Nah, yang jadi permasalahan, dalam lobinya IIPA menyebutkan upaya pemerintah dalam menerapkan kebijakan Open Source sebagai salah satu alasan negara-negara itu layak masuk 'daftar hitam' tersebut. Negara yang tercantum (Indonesia, Brazil, Filipina atau Thailand) memang memiliki kebijakan yang mendukung Open Source.
Apa kata IIPA soal Indonesia? Berikut adalah cuplikan dokumen yang diserahkan IIPA pada USTO seperti dikutip detikINET dari laporan tersebut di Regulations.gov, Jumat (19/3/2010):
Dari halaman 79: Pada Maret 2009, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (MenPAN) mengeluarkan surat edaran No. 1 tahun 2009 kepada semua pemerintah pusat dan daerah, termasuk BUMN, untuk mendukung penggunaan dan adopsi piranti lunak Open Source pada lembaga pemerintah. Meski pemerintah (Indonesia-red) membuat surat ini dalam rangka 'mengurangi pelanggaran hak cipta piranti lunak', pada kenyataannya, dengan menolak adanya pilihan teknologi, upaya ini akan menambah halangan dagang dan mencegah perusahaan software untuk memasuki pasar secara adil.
Kemudian, pada halaman 80, IIPA bahkan menyarankan agar pemerintah Indonesia membatalkan surat tersebut: IIPA meminta agar pemerintah Indonesia mengambil tindakan berikut, yang akan memberikan keuntungan komersial jangka pendek paling signifikan bagi industri hak cipta: ... membatalkan surat edaran MenPAN Maret 2009 yang mendukung penggunaan dan adopsi piranti lunak Open Source.
Dikecam Aktivis Open Source
Langkah IIPA ini mendapatkan kecaman dari berbagai pihak. Termasuk di antaranya adalah Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) yang menyayangkan rekomendasi IIPA selaku sebuah kelompok lobi yang kuat.
"IIPA telah berusaha menghalangi usaha Pemerintah Indonesia yang justru ingin menghargai Hak atas Kekayaan Intelektual dengan menganjurkan penggunaan perangkat lnak Open Source untuk menggantikan perangkat lunak bajakan," sebut pernyataan AOSI yang diterima detikINET, Jumat (19/3/2010).
AOSI pun menyatakan sepakat dengan Open Source Initiative (OSI) yang mengatakan bahwa tindakan IIPA tersebut lebih didasarkan atas kepentingan tertentu, dan ketakutan atas inovasi serta model bisnis yang baru dengan berkembangnya piranti lunak Open Source di Indonesia. AOSI juga epakat dengan Open Source For America (OSFA) yang secara tegas mengecam sikap IIPA, serta menyebut tindakan IIPA tersebut tidak bertanggungjawab dan menyesatkan.
"AOSI menyerukan agar pemanfaatan Open Source Software (OSS) tetap digalakkan, karena dengan menganjurkan penggunaan OSS, Pemerintah Indonesia tidak lain sedang berusaha untuk menghormati Hak atas Kekayaan Intelektual dengan tidak membajak dan menegakkan kemandirian dalam bidang TIK, tanpa menutup persaingan dengan yang lain, meskipun IIPA telah menyudutkan Indonesia dengan menyebutkan bahwa penggunaan OSS tidak mendorong inovasi dan telah menutup kesempatan pihak tertentu untuk bersaing," sebut pernyataan AOSI.
ilustrasi (Earl-What I saw 2.0/cc)
Jakarta - Pergerakan sebuah kelompok lobi di Amerika Serikat mendapatkan cibiran. Masalahnya, negara-negara dengan kebijakan Open Source seperti Indonesia justru mau dimasukkan dalam sebuah 'daftar hitam'.
Lobi itu dilakukan oleh International Intellectual Property Association (IIPA), sebuah organisasi lobi yang membawa kepentingan perusahaan media digital seperti software, film dan musik. IIPA dikabarkan telah mengajukan rekomendasi agar Indonesia, India dan Brazil masuk dalam sebuah 'daftar hitam'.
Daftar yang dimaksud adalah Priority Watch List dari United States Trade Office (USTO). Negara-negara yang masuk dalam daftar ini dinilai sebagai negara yang tidak menghormati hak atas kekayaan intelektual. AS pun bisa memilih untuk menginvestigasi negara tersebut dan mengambil tindakan, termasuk larangan dagang dan lain sebagainya.
Nah, yang jadi permasalahan, dalam lobinya IIPA menyebutkan upaya pemerintah dalam menerapkan kebijakan Open Source sebagai salah satu alasan negara-negara itu layak masuk 'daftar hitam' tersebut. Negara yang tercantum (Indonesia, Brazil, Filipina atau Thailand) memang memiliki kebijakan yang mendukung Open Source.
Apa kata IIPA soal Indonesia? Berikut adalah cuplikan dokumen yang diserahkan IIPA pada USTO seperti dikutip detikINET dari laporan tersebut di Regulations.gov, Jumat (19/3/2010):
Dari halaman 79: Pada Maret 2009, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (MenPAN) mengeluarkan surat edaran No. 1 tahun 2009 kepada semua pemerintah pusat dan daerah, termasuk BUMN, untuk mendukung penggunaan dan adopsi piranti lunak Open Source pada lembaga pemerintah. Meski pemerintah (Indonesia-red) membuat surat ini dalam rangka 'mengurangi pelanggaran hak cipta piranti lunak', pada kenyataannya, dengan menolak adanya pilihan teknologi, upaya ini akan menambah halangan dagang dan mencegah perusahaan software untuk memasuki pasar secara adil.
Kemudian, pada halaman 80, IIPA bahkan menyarankan agar pemerintah Indonesia membatalkan surat tersebut: IIPA meminta agar pemerintah Indonesia mengambil tindakan berikut, yang akan memberikan keuntungan komersial jangka pendek paling signifikan bagi industri hak cipta: ... membatalkan surat edaran MenPAN Maret 2009 yang mendukung penggunaan dan adopsi piranti lunak Open Source.
Dikecam Aktivis Open Source
Langkah IIPA ini mendapatkan kecaman dari berbagai pihak. Termasuk di antaranya adalah Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) yang menyayangkan rekomendasi IIPA selaku sebuah kelompok lobi yang kuat.
"IIPA telah berusaha menghalangi usaha Pemerintah Indonesia yang justru ingin menghargai Hak atas Kekayaan Intelektual dengan menganjurkan penggunaan perangkat lnak Open Source untuk menggantikan perangkat lunak bajakan," sebut pernyataan AOSI yang diterima detikINET, Jumat (19/3/2010).
AOSI pun menyatakan sepakat dengan Open Source Initiative (OSI) yang mengatakan bahwa tindakan IIPA tersebut lebih didasarkan atas kepentingan tertentu, dan ketakutan atas inovasi serta model bisnis yang baru dengan berkembangnya piranti lunak Open Source di Indonesia. AOSI juga epakat dengan Open Source For America (OSFA) yang secara tegas mengecam sikap IIPA, serta menyebut tindakan IIPA tersebut tidak bertanggungjawab dan menyesatkan.
"AOSI menyerukan agar pemanfaatan Open Source Software (OSS) tetap digalakkan, karena dengan menganjurkan penggunaan OSS, Pemerintah Indonesia tidak lain sedang berusaha untuk menghormati Hak atas Kekayaan Intelektual dengan tidak membajak dan menegakkan kemandirian dalam bidang TIK, tanpa menutup persaingan dengan yang lain, meskipun IIPA telah menyudutkan Indonesia dengan menyebutkan bahwa penggunaan OSS tidak mendorong inovasi dan telah menutup kesempatan pihak tertentu untuk bersaing," sebut pernyataan AOSI.
Jembatan Kenangan
Jembatan Kenangan
Menunggu sesuatu yang sangat menyebalkan bagiku
Saat ku harus bersabar dan terus bersabar
Menanti kehadiran dirimu
Entah sampai kapan aku harus menunggu
Sesuatu yang sangat sulit untuk ku jalani
Hidup dalam kesendirian sepi tanpamu
Kadang ku berpikir tuk cari penggantimu
Saat ku jauh disana
0....0....0....
Gelisah sesaat saja tiada kabarmu ku curiga
Entah penantianku takkan sia-sia
Dan berikan satu jawaban pasti
Entah sampai kapan aku harus bertahan
Saat kau jauh disana rasa cemburu
Merasuk ke dalam pikiranku melayang
Tak tentu arah tentang dirimu
Apakah sama yang kau rasakan
Walau raga kita terpisah jauh
Namun hati kita selalu dekat
Bila kau rindu pejamkan matamu
Dan rasakan ai ai aa aku
Kekuatan cinta kita takkan pernah rapuh
Terhapus ruang dan waktu
Percayakan kesetiaan ini
Pada ketulusaan ai ai shiteru
Satu ku sendiri pikiran melayang terbang
Perasaan resah gelisah
Jalani kenyataan hidup tanpa gairah
0....0...
Lupakan segala obsesi dan ambisimu
Akhiri semuanya cukup sampai disini
Dan buktikan pengorbanan cintamu untukku
Kumohon kau kembali.
Menunggu sesuatu yang sangat menyebalkan bagiku
Saat ku harus bersabar dan terus bersabar
Menanti kehadiran dirimu
Entah sampai kapan aku harus menunggu
Sesuatu yang sangat sulit untuk ku jalani
Hidup dalam kesendirian sepi tanpamu
Kadang ku berpikir tuk cari penggantimu
Saat ku jauh disana
0....0....0....
Gelisah sesaat saja tiada kabarmu ku curiga
Entah penantianku takkan sia-sia
Dan berikan satu jawaban pasti
Entah sampai kapan aku harus bertahan
Saat kau jauh disana rasa cemburu
Merasuk ke dalam pikiranku melayang
Tak tentu arah tentang dirimu
Apakah sama yang kau rasakan
Walau raga kita terpisah jauh
Namun hati kita selalu dekat
Bila kau rindu pejamkan matamu
Dan rasakan ai ai aa aku
Kekuatan cinta kita takkan pernah rapuh
Terhapus ruang dan waktu
Percayakan kesetiaan ini
Pada ketulusaan ai ai shiteru
Satu ku sendiri pikiran melayang terbang
Perasaan resah gelisah
Jalani kenyataan hidup tanpa gairah
0....0...
Lupakan segala obsesi dan ambisimu
Akhiri semuanya cukup sampai disini
Dan buktikan pengorbanan cintamu untukku
Kumohon kau kembali.
Intel Core i7 980X
Jakarta - Prosesor memiliki peranan yang sangat penting untuk menentukan tinggi atau rendahnya performa komputer. Jadi tidak heran, jika Intel dan AMD selalu berinovasi agar selalu menjadi yang terbaik di mata konsumennya.
Beberapa tahun lalu, prosesor berinti ganda atau yang biasa disebut sebagai dual core masih jarang ditemui. Namun kini berkat pertumbuhan aplikasi yang makin 'rakus' akan performa komputer, prosesor dengan jumlah 'otak' lebih dari satu sudah tergolong wajar.
Jumlah core pada tiap-tiap prosesor, dapat mengindikasikan seberapa hebat produk tersebut ketika menangani aplikasi yang membutuhkan prosesi data secara pararel.
Jadi bisa dibilang, semakin banyak jumlah core yang dimiliki prosesor, maka semakin cepat produk tersebut mengeksekusi perintah. Nah, kebetulan detikINET memiliki Intel Core i7 980X yang boleh 'disiksa'. Seperti apa performanya?
Prosesor Tercepat Saat Ini?
Bisa dibilang, Intel Core i7 980X merupakan seri ketiga dari jajaran Xtreme Edition terdahulu yang menganut arsitektur Core i7 LGA 1366. Embel-embel extreme edition dalam produk ini menandakan bahwa, prosesor ini dapat masih bisa dipacu kecepatannya dengan melakukan overclocking.
Namun dalam pengujian kali ini, detiKINET tidak akan melakukan overclock atau pun mengganti pendingin bawaan (walaupun tidak menyerap panas dengan baik). Pengujian hanya dilakukan melalu beberapa aplikasi sintetis dan game.
Berdasarkan spesikasi yang telah dimuat pada ulasan sebelumnya, tidak heran jika banyak pengguna berasumsi bahwa Intel Core i7 980X merupakan prosesor desktop tercepat yang ada saat ini.
Nah, untuk membuktikan hal tersebut detikINET akan melakukan pengujian dengan sedikit komparasi dengan generasi sebelumnya, Intel Core i7 965.
Menang Telak, Pada Pengujian Cinebench R10
Cinebench merupakan sebuah aplikasi yang dapat menguji performa suatu komputer. Aplikasi yang dibuat oleh pabrikan animasi bernama MAXON ini, bakal menguji ketangguhan prosesor ketika melakukan rendering sebuah gamabar 3 dimensi.
Uniknya, Cinebench R10 dapat memanfaatkan tiap-tiap core yang berada dalam prosesor. Jadi tidak heran jika aplikasi ini dijadikan tolak ukur kemampuan prosesor 'berotak' ganda.
Pengujian yang dilakukan pada aplikasi ini, menunjukan peningkatan yang cukup signifikan antara Intel Core i7 965 dengan i7 980. Yakni dengan perbedaan angka sebesar 289 untuk rendering dengan singlecore, dan 6771 untuk rendering dengan 1 multicore.
Hasil yang terpaut jauh ketika melakukan rendering dengan multicore memang sudah tidak diragukan lagi. Pasalnya, Core i7 980X telah dipersenjatai dengan total core yang lebih banyak yakni 12 core.
Hal serupa pun dijumpai pada aplikasi pengujian 3D Mark 2006, 3D Mark Vantage dan PC Mark Vantage. Walaupun tidak sebesar perbedaan yang didapat pada Cinebench, namun Core i7 980X sanggup menunjukan 'taringnya' jika disandingkan dengan versi terdahulu.
Jumlah Core yang Banyak Belum Berpengaruh di Game
Meski unggul telak pada pengujian aplikasi benchmark, namun perbedaan jumlah core yang sedemikian besar tidak berarti ketika digunakan dalam game.
Sebagai acuan, detikINET mengguji prosesor ini dengan memainkan game Resident Evil 5 pada konfigurasi, resolusi 1920 X 1080, Antialiasing 8X, dan semua fitur diaktifkan termasuk motion Blur.
Hasilnya, tidak ada peningkatan yang berarti. Ketika disandingkan kartu grafis MSI GTX 275 Lightning, tampaknya Core i7 980X tidak menunjukan peningkatan sama sekali. Namun bisa jadi, ini karena terdapat bottleneck pada kartu grafis yang digunakan.
Lalu bagaimana performanya untuk aplikasi kantoran? Ya, untuk pengujian kali ini detikINET juga akan menjajal dengan salah satu aplikasi kantoran.
Microsoft Excel bisa menjadi aplikasi penghitung aplikasi matematika yang sangat kompleks. Pengujian ini menjalankan simulasi Monte Carlo yang menghitung harga saham dalam jumlah spreadsheet yang sangat besar.
Lagi-lagi Intel Core i7 980X mampu menunjukan performanya. Perhitungan yang sangat rumit tersebut mampu diselesaikan tidak lebih dari 3 detik, lebih cepat jika dibandingkan Core i7 965 yang membutuhkan waktu 5 detik.
Hanya sekedar tambahan, prosesor Intel Core 2 Duo T9400 dengan memori DDR2 4GB membutuhkan waktu sekitar 80 detik untuk menyelesaikan perhitungan tersebut.
Jika melihat beberapa hasil pengujian di atas, bisa diakui jika Intel Core i7 980X merupakan prosesor tercepat versi desktop saat ini. Namun dengan harga kisaran USD 999, apakah produk ini layak dimiliki? Tentunya hal tersebut berbalik kepada kebutuhan pengguna.
Kelebihan:
+ Performa tinggi
+ Potensi overclok tinggi
Kekurangan:
- Mahal
- Panas Tinggi
- Pendingin bawaan kurang memadai
Hasil Benchmark:
Cinebench R10:
- Rendering singlecore: 4063
- Rendering multicore: 22530
3D Mark 2006: 18231
3D Mark Vantage: P13971
PC Mark Vantage: 15316
Dalam mereview produk ini, detikINET menggunakan sistem berbasis: Prosesor Intel Core i7 965, Intel DX580SO, MSI GTX 275, Corsair HX1000W, Corsair Dominator 6GB kit, ASUS VH226 dan sistem operasi Windows 7.
source code
#include"stdio.h"
#include"conio.h"
#include"dos.h"
#include"stdlib.h"
#include"string.h"
void DISPNUM(char *);
void main()
{
clrscr();
_setcursortype(0);
gotoxy(30,19);
textcolor(GREEN+BLINK);
cprintf("SIMPLE CALCULATOR");
gotoxy(50,21);
textcolor(BLUE+BLINK);
cprintf("By Rakesh Juyal");
getch();
// clrscr();
int x=30,y=10;
textcolor(WHITE);
gotoxy(x,y);
cprintf("7 8 9");
gotoxy(x,y+2);
cprintf("4 5 6");
gotoxy(x,y+4);
cprintf("1 2 3");
gotoxy(x,y+6);
cprintf("0");
textcolor(RED);
gotoxy(x+5,y+6);
cprintf(". =");
textcolor(GREEN);
x=x+15;
gotoxy(x,y);
cprintf("/");
gotoxy(x,y+2);
cprintf("*");
gotoxy(x,y+4);
cprintf("-");
gotoxy(x,y+6);
cprintf("+");
//Draw The For Calc//
x=28;y=5;
gotoxy(x,y);
textcolor(WHITE);
// Ú & ¿ //
cprintf("%c",218);
gotoxy(28+20,y);
cprintf("%c",191);
// Ú & ¿ //
//Horiz. Boundary
for(x=29;x<=28+19;x++)
{
gotoxy(x,y);
cprintf("%c",196);
gotoxy(x,y+12);
cprintf("%c",196);
}
//End of Horiz. Bound
// Ù & À //
cprintf("%c",217);
x=28;y=y+12;
gotoxy(x,y);
cprintf("%c",192);
//End of Ù & À //
//Vertic. Bound.
for(y=6;y<=16;y++)
{
gotoxy(x,y);
cprintf("%c",179);
gotoxy(x+20,y);
cprintf("%c",179);
}
//End of Vertic Bou.
y=6;
for(x=30;x<=30+16;x++)
{
gotoxy(x,y);
cprintf("%c",196);
gotoxy(x,y+2);
cprintf("%c",196);
}
gotoxy(30,y+1);
cprintf("%c %c",179,179);
gotoxy(30,y);
cprintf("%c",218);
gotoxy(30+16,y);
cprintf("%c",191);
gotoxy(30,y+2);
cprintf("%c",192);
gotoxy(30+16,y+2);
cprintf("%c",217);
//End of Vertic Bound.
//OutPut at X=30,Y=8//
char ch;
char operand1[15]="",operand2[15]="",BLANK[15]=" ";
char operator1,first='y';
long double num1=0,num2=0;
int i=0,ERROR=0; //Digits
int MAX=10;
DISPNUM(0);
do
{
ch=getch();
if(ch=='x1b')
{
for(int i=1000;i>=200;i=i-50)
{
sound(i);
delay(100);
}
nosound();
break;
}
//Numeric//
if((ch>='0')&&(ch<='9'))
{
if(i
{
if(first=='y')
{
operand1[i]=ch;
DISPNUM(operand1);
i++;
}
else
{
operand2[i]=ch;
DISPNUM(operand2);
i++;
}
}
else //More than 8 digit
{
ERROR=1;
}
}
else if(ch=='.')
{
if(first=='y')
{
if(strchr(operand1,'.')==NULL)
{
operand1[i]=ch;
i++;
}
DISPNUM(operand1);
}
else
{
if(strchr(operand2,'.')==NULL)
{
operand2[i]=ch;
i++;
}
DISPNUM(operand2);
}
}
//Non Numeric
else if (ch=='*')
{
operator1='*';
first='n';
i=0;
}
else if (ch=='/')
{
operator1='/';
first='n';
i=0;
}
else if (ch=='+')
{
operator1='+';
first='n';
i=0;
}
else if (ch=='-')
{
operator1='-';
first='n';
i=0;
}
else if ((ch=='=')||(ch=='
'))
{
//Store in Floating
if(strcmpi(operand1,BLANK)!=0)
{
num1=_atold(operand1);
}
if(strcmpi(operand2,BLANK)!=0)
{
num2=_atold(operand2);
}
//Now Calculate
switch (operator1)
{
case '+':
num1=num1+num2;
break;
case '-':
num1=num1-num2;
break;
case '*':
num1=num1*num2;
break;
case '/':
num1=num1/num2;
break;
}
//ltoa(num1,operand1,10);
gcvt(num1,12,operand1);
DISPNUM(operand1);
i=0;
first='y';
strcpy(operand1,BLANK);
strcpy(operand2,BLANK);
}
else //Invalid Choice
{
ERROR=1;
}
//Beep On ERROR else ------ //
if (ERROR==0)
{
sound(920);
}
else
{
sound(100);
ERROR=0;
}
delay(250);
nosound();
gotoxy(1,1);
cprintf("%d",i);
}while(1);
// clrscr();
gotoxy(30,19);
textcolor(GREEN+BLINK);
cprintf("SIMPLE CALCULATOR");
gotoxy(50,21);
textcolor(BLUE+BLINK);
cprintf("By Rakesh Juyal");
// getch();
}
void DISPNUM(char *num)
{
textbackground(RED);
gotoxy(31,7);
cprintf(" ");
gotoxy(31,7);
cprintf("%s",num);
}
#include"conio.h"
#include"dos.h"
#include"stdlib.h"
#include"string.h"
void DISPNUM(char *);
void main()
{
clrscr();
_setcursortype(0);
gotoxy(30,19);
textcolor(GREEN+BLINK);
cprintf("SIMPLE CALCULATOR");
gotoxy(50,21);
textcolor(BLUE+BLINK);
cprintf("By Rakesh Juyal");
getch();
// clrscr();
int x=30,y=10;
textcolor(WHITE);
gotoxy(x,y);
cprintf("7 8 9");
gotoxy(x,y+2);
cprintf("4 5 6");
gotoxy(x,y+4);
cprintf("1 2 3");
gotoxy(x,y+6);
cprintf("0");
textcolor(RED);
gotoxy(x+5,y+6);
cprintf(". =");
textcolor(GREEN);
x=x+15;
gotoxy(x,y);
cprintf("/");
gotoxy(x,y+2);
cprintf("*");
gotoxy(x,y+4);
cprintf("-");
gotoxy(x,y+6);
cprintf("+");
//Draw The For Calc//
x=28;y=5;
gotoxy(x,y);
textcolor(WHITE);
// Ú & ¿ //
cprintf("%c",218);
gotoxy(28+20,y);
cprintf("%c",191);
// Ú & ¿ //
//Horiz. Boundary
for(x=29;x<=28+19;x++)
{
gotoxy(x,y);
cprintf("%c",196);
gotoxy(x,y+12);
cprintf("%c",196);
}
//End of Horiz. Bound
// Ù & À //
cprintf("%c",217);
x=28;y=y+12;
gotoxy(x,y);
cprintf("%c",192);
//End of Ù & À //
//Vertic. Bound.
for(y=6;y<=16;y++)
{
gotoxy(x,y);
cprintf("%c",179);
gotoxy(x+20,y);
cprintf("%c",179);
}
//End of Vertic Bou.
y=6;
for(x=30;x<=30+16;x++)
{
gotoxy(x,y);
cprintf("%c",196);
gotoxy(x,y+2);
cprintf("%c",196);
}
gotoxy(30,y+1);
cprintf("%c %c",179,179);
gotoxy(30,y);
cprintf("%c",218);
gotoxy(30+16,y);
cprintf("%c",191);
gotoxy(30,y+2);
cprintf("%c",192);
gotoxy(30+16,y+2);
cprintf("%c",217);
//End of Vertic Bound.
//OutPut at X=30,Y=8//
char ch;
char operand1[15]="",operand2[15]="",BLANK[15]=" ";
char operator1,first='y';
long double num1=0,num2=0;
int i=0,ERROR=0; //Digits
int MAX=10;
DISPNUM(0);
do
{
ch=getch();
if(ch=='x1b')
{
for(int i=1000;i>=200;i=i-50)
{
sound(i);
delay(100);
}
nosound();
break;
}
//Numeric//
if((ch>='0')&&(ch<='9'))
{
if(i
{
if(first=='y')
{
operand1[i]=ch;
DISPNUM(operand1);
i++;
}
else
{
operand2[i]=ch;
DISPNUM(operand2);
i++;
}
}
else //More than 8 digit
{
ERROR=1;
}
}
else if(ch=='.')
{
if(first=='y')
{
if(strchr(operand1,'.')==NULL)
{
operand1[i]=ch;
i++;
}
DISPNUM(operand1);
}
else
{
if(strchr(operand2,'.')==NULL)
{
operand2[i]=ch;
i++;
}
DISPNUM(operand2);
}
}
//Non Numeric
else if (ch=='*')
{
operator1='*';
first='n';
i=0;
}
else if (ch=='/')
{
operator1='/';
first='n';
i=0;
}
else if (ch=='+')
{
operator1='+';
first='n';
i=0;
}
else if (ch=='-')
{
operator1='-';
first='n';
i=0;
}
else if ((ch=='=')||(ch=='
'))
{
//Store in Floating
if(strcmpi(operand1,BLANK)!=0)
{
num1=_atold(operand1);
}
if(strcmpi(operand2,BLANK)!=0)
{
num2=_atold(operand2);
}
//Now Calculate
switch (operator1)
{
case '+':
num1=num1+num2;
break;
case '-':
num1=num1-num2;
break;
case '*':
num1=num1*num2;
break;
case '/':
num1=num1/num2;
break;
}
//ltoa(num1,operand1,10);
gcvt(num1,12,operand1);
DISPNUM(operand1);
i=0;
first='y';
strcpy(operand1,BLANK);
strcpy(operand2,BLANK);
}
else //Invalid Choice
{
ERROR=1;
}
//Beep On ERROR else ------ //
if (ERROR==0)
{
sound(920);
}
else
{
sound(100);
ERROR=0;
}
delay(250);
nosound();
gotoxy(1,1);
cprintf("%d",i);
}while(1);
// clrscr();
gotoxy(30,19);
textcolor(GREEN+BLINK);
cprintf("SIMPLE CALCULATOR");
gotoxy(50,21);
textcolor(BLUE+BLINK);
cprintf("By Rakesh Juyal");
// getch();
}
void DISPNUM(char *num)
{
textbackground(RED);
gotoxy(31,7);
cprintf(" ");
gotoxy(31,7);
cprintf("%s",num);
}
Langganan:
Postingan (Atom)


